Tampilkan postingan dengan label Kabar Desa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kabar Desa. Tampilkan semua postingan

DESA BOJONG KONDANG PRIORITASKAN INFRASTRUKTUR JALAN DESA

LANGKAPLANCAR - Desa Bojong Kondang salah satu desa yang terletak di wilayah Kecamatan Langkaplancar Kabupaten Pangandaran,  memiliki enam dusun yang rata rata warganya hidup dari hasil bercocok tanam karena secara geografis terletak di dataran tinggi ini.

Seperti dikatakan Kepala desa Bojong Kondang, Dayat (56), mayoritas warga desa hidup dari hasil pertanian, tapi saya keinginan warga untuk memiliki infrastrutur jalan yang bagus yang nantinya bisa menunjang laju perekonomian, belum bisa terwujud.

"Saat ini desa memprioritaskan pembangunan infrstruktur jalan, baik jalan desa maupun jalan lingkungan yang setiap harinya banyak digunakan oleh warga dalam kegiatan ekonomi dan pertanian," ungkapnya.(8/8)

Ia menambahkan, keinginnya untuk bisa memberikan yang terbaik pada warga merupakan obsesi dan harapannya. Dengan didukung seluruh aparatur desa dan masyarakat, memenuhi harapan warga untuk segera membangun jalan-jalan yang ada di desanya agar transportasi dari desa bisa lancar dan hasil bumi dari Bojong Kondang pun tak ada kendali lagi.

Kata Dayat, selama tiga tahun menjadi kepala desa, nampak  sudah banyak perubahan di sana-sini terutama yang berkaitan dengan pembangunan jalan yang dia terapkan melalui bantuan pemerintah baik dari program DD, ADD, Banprov dan P3IP. Pada program tahun-tahun mendatang pun, imbuh Dayat, ia akan tetap memprioritaskan pembangunan infrastruktur jalan.

"Alhamdulillah hingga saat ini warga desa kami sudah bisa menikmati perubahan terutama menyangkut beberapa perbaikan infrstruktur jalan. “katanya. (AG)

DESA MASAWAH AKAN TETAP PERTAHANKAN PANTAI INDAH MADASARI

CIMERAK - Pantai Madasari atau orang setempat menyebutnya dengan nama sebutan “Bulben” (Bulak Benda) berada di wilayah Desa Masawah Kecamatan Cimerak Kabupaten Pangandaran, di lokasi ini bisa dinikmati panorama alam indah yang masih alami. Madasari memang masih asli, belum banyak sentuhan.

Saat ini obyek wisata ini masih dikelola masyarakat setempat dan pemerintahan desa, biasanya banyaj pengunjung datang pada hari sabtu dan Minggu atau hari libur lainnya. Walau pun belum banyak dikenal wisatawan dan belum seramai destinasi wisata lainnya di Kabupaten Pangandaran, tapi dari hari ke hari trendnya terus menunjukan peningkatan.

Seperti diungkapkan Kepala Desa Masawah, Ukan Suganda, ia akan tetap mempertahankan wisata pantai Madasari agar tetap dikelola desa.

"Kami tetap mempertahankan dan tidak akan menyerahkan bila wisata yang ada didesa kami akan diambil alih  pemerintah daerah", ungkapnya. (25/07)

Menurutnya, wisata yang ada di desanya tetap akan dijadikan aset desa untuk PADes, jadi kalau saja Pemda Pangandaran akan mengambil alih harus ada MOU dulu.

Ukan juga mengatakan, tapi hingga sampai saat ini pemda melalui Dinas Pariwisata belum pernah didatangi utusan dari pemda untuk membicarakan pengelolaan atau melakukan pembangunan wisata pantai Madasari, walaupun hanya sekedar melihat kondisi mandasari saat ini.

"Dan kalau pun dulu saat kepala dinasnya Pak Mukhlis sering datang ke desa kami, itu hanya sebatas membicarakan keadaan wisata Madasari, “pungkasnya. (AGE)

KSM LIMBAH BAROKAH JADIKAN DESA KARANGPAWITAN PIONEER DESA BERSIH


PADAHERANG-Untuk mengatasi persoalan sampah dan kebersihan lingkungan, Pemerintah Desa Karang Pawitan Kecamatan Padaherang Kabupaten Pangandaran di tahun 2018 ini telah membangun Tempat Pembuangan Sementara (TPS) sampah yang bersumber dari bantuan Dana Desa (DD).  

Kepala Desa Karangpawitan, Adis, mengatakan, masalah sampah di desanya sering menjadi persoalan karena sampah dari Pasar dan dari rumah warga berserakan dan menjadi pemandangan tang tidak enak dipandang karena sebagian masyarakat  masih membuang ke sungai disebabkan selama ini belum adanya TPS sampah.

Alhamdulillah tahun ini kami bisa membangun TPS  yang berlokasi di Dusun Patinggen 1 blok Cipakel Rt 07 Rw 2, dan di lokasi tersebut sangat cocok karena jauh dari pamukiman penduduk sehingga tidak akan berdampak pada kesehatan. “terang Adis.(2/7)

Adis menambahkan, saat ini di desanya sudah berjalan Program manegmen sampah yang berasal dari rumah warga yang di kelola KSM Limbah Barokah, dengan ketunya Hoer.

Untuk memudahkan pembuangan serta agar terorgasir sampah dari setiap rumah ini, lanjut Adis,  setiap hari petugas berkeliling untuk mengambil sampah. Dan setiap bulannya masyarakat diwajibkan membayar retribusi dengan perincian, Rp.7 ribu untuk rumah tangga, Rp 10 ribu warung dan Rp 20 ribu home industry atau super market.
“Hasil retribusi tersebut nantinya akan digunakan untuk biaya oprasional kendaraan dan petugas pemungut sampah. “Kata Adis. 

Pengelolaan sampah dan kebersihan  lingkungan ini tentunya mendapat sambutan ;positif dari warga, karena selama ini memang masih banyak warga membuang sampah sembarangan, ada yang ke kebun, sungai di pinggir-pinggir jalan hingga sering menimbulkan bau dan pemandangan tak sedap.

Menurut salah seorang warga, Tedi, pemerintah desa sangat tepat sudah membangun TPS sampah karena memang sebelumnya masalah sampah sering menjadi persoalan di lingkungan warga.

“Mudah-mudahan dengan program ini Desa Karangpawitan menjadi pioneer desa sehat. “ungkap Tedi,  yang merupakan perintis KSM Limbah Barokah di desanya. (ISIS KOSWARA)

SAMBUT RAMADHAN, KARANGTARUNA KERSARATU GELAR AKSI BERSIH MESJID

MANGUNJAYA-Aksi simpati yang di lakukan Karang Taruna Dusun Kersaratu Desa Sindangjaya Kecamatan Mangunjaya ini memang patut dintiru, pasalnya menjelang bulan suci ramadhan beramai-ramai menggelar kegiatan aksi bersih mesjid dan sepanjang jalan dusun (cleaning on the road) di daerah nya .

Saat ditemui PNews, ketua pelaksana kegiatan, Ust Iin Sirojudin S.Pd, mengatakan, gerakan ini sengaja dilakukan menjelang bulan suci agar lingkungan terlihat lebih bersih dan rapi.

Ramadhan tinggal menghitung hari, sudah selayaknya kita memperbanyak amal ibadah. “ungkapnya.(6/5)

Iin menambahkan, dalam menjambut bulan yang penuh berkah ini pihaknya berharap bukan hanya sarana ibadah yang bersih tapi juga hati setiap muslim pun harus bersih.

“Kegiatan aksi bersih ini kami laksanakan secara musafahah Karangtaruna Desa Sindangjaya Kecamatan Mangunjaya. “terangnya. (Tn)

KADES KERTAHARJA: “MEDIA JANGAN ASAL NULIS KARENA ITU AKAN JADI OPINI PUBLIK”

CIMERAK – Sangat disayangkan, salah satu media online tidak cakap dalam membuat pemberitaan  sesuai dengan Undang-undang Pers no 40 tahun 1999, karena dinilai pemberitaannya kurang berimbang.

Demikian diungkapkan Kepala Desa Kertaharja Kecamatan Cimerak Kabupaten Pangandaran, H. Oman. Ia menyayangkan, pemberitaan dari salah satu media online tersebut yang asal-asalan karena  tanpa ada konfirmasi lebih dulu dalam penyajian beritanya.

 “Berita yang dimuat media online itu terkesan memojokan Desa Kertaharja, sementara saya sendiri selaku kepala desa tidak pernah diwawancarai lebih dulu, mending kalau berita itu benar",  Ujarnya.(27/4)

Dikatakan Oman, berita terkait jembatan di jalan Cibungur Dusun Jampang-Dusun Purwasari itu bukan kewenangan desa karena memang statusnya sudah menjadi jalan kabupaten", jelasnya.

Menurut Oman, yang lebih tahu kronologi  jembatan itu adalah pihak desa, dan jika saja pembangunan jembatan itu menggunakan anggaran dari Alokasi Dana Desa (ADD) atau Dana desa (DD), mka jelas itu menyalahi aturan.

Sebetulnya, lanjut Oman, selaku kepala desa secara lisan atau surat, pihaknya pernah mengajukan usulan kepada pemerintah daerah melalui dinas PU agar jembatan tersebut segera diperbaiki.

“Dan Alhamdulillah, usulan tersebut terpenuhi karena  jembatan tersebut rencananya akan diperbaiki tahun 2018 ini", ucapnya.

Oman juga menyampaikan kepada nara sumber yang bicara ke media tersebut hendaknya jangan asal bicara, apalagi sesama warga Kertaharja dan alangkah akan lebih baik jika ada persolan di Desa Kertaharja agar bisa datang datang menyampaikan langsung ke pihak desa untuk menanyakan kebenarannya.

“Saya juga meminta media bisa lebih cerdas tidak asal nulis karena kalau ini sudah ada di pemberitaan akan menjadi opini publik sehingga  seolah-olah saya selaku kepala desa tidak peduli terhadap kepentingan masyarakat.” tegasnya. (AGE)

WARGA BERHARAP, DESA KEDUNGWULUH TAK MEMPERPANJANG HGB PABRIK CIPANAS

PADAHERANG-Beberapa tokoh Desa Kedungwuluh Kecamatan Padaherang Kabupaten Pangandaran berkumpul di aula desa untuk mempertanyakan kedudukan dan status tanah yang ditempati Pabrik Cipanas.(26/3)

Pada pertemuan dengan aparat pemerintahan desa tersebut, Sekretaris Desa Kedungwuluh, Asep Setiawan, menjelaskan, tanah milik desa itu terbagi menjadi 3 bagian. Antara lain, tanah Hak Guna bangunan (HGB), tanah milik adat bersertifikat dan tanah adat yang belum bersirtifikat.

“Tanah yang ditempati pabrik Cipanas itu statusnya HGB. “terang Asep.

Dari hasil musyawarah antara tokoh masyarakat dan perangkat desa, disepakati kedudukan HGB pabrik Cipanas masih tetap akan berlanjut karena HGB tersebut masih berlaku sampai tahun 2025.

“Dan kami juga sepakat, setelah HGB pabrik Cipanas ini berakhir, tidak akan diperpanjang lagi. “terang Asep lagi. (NANA HOERUMAN)


BERLOKASI DI JALAN UTAMA, DESA BABAKAN BANGUN PATUNG IKAN MARLIN

PANGANDARAN- Desa Babakan Kecamatan Pangandaran yang terletak dipinggir jalan utama sangat strategis karena berada pada lintasan menuju obyek wisata Pangandaran, sehingga keberadaan desa pun harus terlihat megah dan bisa mencerminkan sebuah desa di kawasan  pariwisata.

Untuk kepentingan itu, kini Desa Babakan membuat reflika ikan marlin sebagai ikon Kabupaten Pangandaran, yang akan menghiasi bagian depan desa.

Menurut sekdes Babakan, Deni M. Nurhidayat,  dari delapan desa di kecamatan Pangandaran baru dua desa yang memiliki ikon ikan marlin, Desa Pangandaran dan Desa Babakan.

“Reflika ikan marlin yang ada di Desa Pangandaran itu terbuat dari fiber, sedangkan yang dibuat di Babakan dari beton. “terang Deni. (26/3)

Deni menambahkan, patung ikan marlin ini dibuat sengaja atas inisiatif desa dalam rangka ikut serta memajukan Pangandaran hebat sekaligus sebagai tujuan wisata dunia.

Pembuatan patung ini juga, lanjutnya, untuk ikut mendukung program pemerintah, memajukan sektor pariwista.

“Apalagi kantor Desa Babakan ini berada di pinggir jalan utama menuju tempat wisata, jadi harus lebih menarik dan indah," katanya.

Disoal pendanaannya, Deni menjelaskan, dana yang dialokasikan untk pembangunan patung ikan ini diambil dari dana pemeliharaan desa, dan sampai sekarang hingga 75 persen tahap pembangunnya sudah menghabiskan biaya sekitar Rp 6 juta.

“Kami berharap pembangunan patung ikan marlin ini bisa menjadi kebanggaan dan daya tarik tersendiri, khususnya warga Desa Babakan," Pungkasnya. (HARIS F)

DESA SUKAHURIP TUNTASKAN PEMBANGUNAN RUANG PKK

PANGANDARAN-Desa Sukahurip Kecamatan Pangandaran baru baru ini telah merampungkan ruang PKK yang berukuran 6 x 4 m ini dibangun sejak pertengahan 2017.

Menurut Sekdes Sukahurip, Rosin, dengan anggaran Rp 50 juta berasal dari bantuan propinsi, pembangunan ruangan PKK ini selesai pada akhir 2017 yang kini sudah bisa digunakan untuk perbagai kegiatan Ibu-ibu PKK desa,

"Tentunya kami berharap pembangunan ruangan PKK ini kedepannya dapat memabantu kinerja PKK, dan program lainhya yang ada di Desa Sukahurip." tuturnya.(26/3)    (HARIS F)

KEPALA DESA PURBAHAYU KELUHAN KONDISI AULA DESANYA

PANGANDARAN -Kepala desa Purbahayu Kecamatan Pangandaran, Sarotun. keluhkan aula desa yang sudah lapuk dimakan usia, ruangan yang berukuran 9,20 x 11 m persegi ini, menurutnya, sudah seharusnya diperbaiki.

“Ini dibangun sekitar tahun1982 dan hingga kini belum mendapat perbaikan sehingga kayu-kayunya pun sudah banyak yang lapuk dan keropos. “ungkap Sarotun.(26/3)

Menurut Sarotun, karena alasan tidak ada anggaran untuk pembangunannya, maka ruang aula pun dibiarkan seperti sekarang dan masih digunakan, dan diperkirakan untuk biaya perbaikannya butuh dana sekitar Rp. 400 juta.

Dan, menurut Surotun, ini sudah diajukan untuk rehab total serta masuk pada skala prioritas musrembang desa, kecamatan dan kabupaten.

“Mudah-mudahan anggarannya untuk perehaban ini segera turun tahun ini, " Pungkasnya.
(HARIS F)

PEMEKARAN DESA KARANGPAWITAN TERKENDALA MORATORIUM

PADAHERANG-Wakil Rakyat yang duduk di DPRD Kabupaten Pangandaran merespon aspirasi masyarakat yang disampaikan Tim Pemerkarsa Pemekaran Desa Karang Pawitan Kecamatan Padaherang dengan menggelar dengar pendapat ( Audiensi ) di aula Desa Karangpawitan. (11/2)

Dengar pendapat yang dipimpin langsung ketua DPRD, H Iwan M Ridwan, S.Pd, M.Pd dan sejumlah anggota DPRD asal Kecamatan Padaherang, antara lain, Jalaludin S.ag, Solehudin, Imang Kardimang dan Cicih Mintarsih juga dihadiri warga masyarakat, Camat, Danramil Kepala Desa, BPD, dan Ketua RT- RWdari tiga dusun.

Seperti diketahui, dari 5 dusun jumlah seluruh Desa Karangpawitan , tiga dusun, diantaranya, Sindangratu, Sindangkerta dan Dusun Harjaresik, ingin memisahkan diri menjadi Desa Sindangharja. Sementara dua dusun lainnya, Patinggen1 dan Patinggen 2 tetap ada di Desa Karangpawitan.

Dalam sambutannya, ketua DPRD Pangandaran, Iwan, mengatakan, pemekaran Desa Karangpawitan dan Desa Sindangharja, daqlam prosesnya, tahapan demi tahapan dan alur persyaratan sudah layak dan memenuhi syarat.

Menurut Iwan, seluruhnya tahapan telah melalui proses yang benar dan tidak ada kendala yang dipermasalahkan, dan baik pemerintah daerah atau pun DPRD pun sudah merespon baik.

“Hanya saja persoalannya Menteri Dalam Negeri sampai saat ini belum mencabut moratorium Pemekaran Desa, jadi selama moratoriom maka pemekaran desa pun belum bisa dilaksanakan. ”kata Iwan.

Dikatakan Iwan, tidak hanya Desa karfangpawitan saja, tapi ada lima desa di Kabupaten Pangandaran yang ingin mekar.

Iwan juga menjelaskan, pada prinsipnya DPRD dan pemda sudah tidak ada masalah, karena apa bila  nanti ada pemekaran desa, tentu prosesnya tidak akan serta merta. Dimulai dengan penerbitan peraturan daerah yang disusul dengan Peraturan Bupati (perbup).

Jadi tahapannya, lanjut Iwan, bupati akan mengusulkannya ke pemerintah pusat melalui gubernur, dan setelah ijin turun, maka DPRD bersama-sama pemerintah daerah pun segera  menyusun Rencana Peraturan daerah (raperda) yang akan dirapatkan menjadi perda.

“Tapi sebelum disusun nanti desa akan diberi semacam desa Persiapan yang waktunya paling sedikit satu tahun dan lamanya tiga tahun. “terang Iwan.

Sementara ketua tim pemerkasa pemekaran, Teguh Sucipto berharap keingin masyarakat untuk mpemekaran desanya bisa segera terwujud.

“Kami akan terus berjuang sampai cita-cita dan harapan bisa terwujud, karena dengan terbentuknya desa Sindang Harja warga di tiga dusun akan lebih sejahtera. “kata Teguh. (Isis Koswara)



ADD KARANGPAWITAN PERIORITASKAN PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR JALAN

PADAHERANG-Anggaran Dana Desa Desa (ADD) Karangpawitan Kecamatan Padaherang kabuoaten Pangandaran untuk tahun anggaran 2017 difokuska peda pembangunan infrastruktur jakan lingkungan.
Menurut kepala Desa Karangpawistan, Adis, seluruh anggaran pada ADD

“Pembangunan jalan rabat beton di 5 dusun dengan volume pekerjaan yang bervariatif, sesuai hasil musrenbang desa tahun ini. “ungkapnya.(21/12)

Adis menambahkan, kelima dusun yang tahun mendapat kucuran pembangunan, diantaranya Dusun Patinggen 1, Patinggen 2, Harjaresik, Sindangkerta dan Sindangratu. 

“Untuk Dusun Patinggen 1 dua titik Patinggen 2 satu  titik dan Harjaresik empat titik. “terangnya.

Masih kata Adis, sementara untuk keseluruhan infrastruktur jalan yang ada di Desa Karangpawitan, seperti jalan desa, jalan lingkungan dan jalan gang yang belum terelisasi  tahun ini, diharapkan bisa selesai pada APBDes tahun 2018. (Isis Koswara)

WARGA DESA CIBANTEN MENUNGGU PERBAIKAN JALAN

CIJULANG - Infrastruktur jalan untuk semua desa menjadi prioritas utama di saat sekarang Pemda Kabupaten Pangandaran sedang giat-giatnya dalam melaksanakan pembangunan. Pasalnya, infra struktur jaklan yang bagus tentunya buisa mendorong serta mendukung roda perekonomian di pedesaan, seperti, dalam memasarkan hasil pertanian. Apalagi desa-desa yang berada di daerah pegunungan yang mayoritas warganya menggantungkan hidup dari hasil tani, salah satunya Desa Cibanten Kecamatan Cijulang Kabupaten Pangandaran.

Menurut Sekertaris Desa Cibanten, warga sangat menunggu perbaikan jalan kabupaten yang ada di deanya, dari perbatasan Desa Cibanten, Cimindi hingga tembus ke Desa Sindangsari Kecamatan Cimerak.

“Terutama akses jalan di depan kantor desa yang sampai saat ini masih rusak parah apalagi pada musim hujan seperti sekarang. “ujar Akung, sapaan akrabnya.(19/12)

Dikatakan Akung, sangat kontras sekali, disaat bangunan kantor desa sudah dibangun bagus, namun infrastruktur jalan di depan kantor desa masih jelek.

“Kami pun sering mendapat keluhan warga, kapan jalan ini akan diperbaiki. "katanya.

Di saat musim hujan tiba seperti saat ini, lanjut Akung, tidak jarang jalan berubah seperti paguyangan munding akibat jalan rusak tersebut sering dilalui kendaraan roda empat yang mengangkut hasil bumi dan kayu dari wilayah Cibanten.

"Artas nama pemerintahan Desa Cibante, kami berharap semoga tahun 2018 nanti bisa diperbaiki sesuai harapan warga, bisa memiliki jalan yang bagus", tandasnya. (AGE)

WARGA BERHARAPJALAN KABUPATEN MENUJU DESA KERTAYASA SEGERA DIPERBAIKI

CIJULANG - Desa Kertayasa, salah satu desa yang berada diwilayah Kecamatan Cijulang Kabupaten Pangandaran merupakan salah satu desa percontohan pada pengembangan dan pengelolaan BUMdes yang saat ini sering menjadi contoh oleh beberapa kabupaten, baik dari di Jawa Barat maupun dari luar Provinsi. Intinya, desa-desa di di kabupaten lain ingin melakukan study banding tentang kiat sukses BUMdes Gua Bau yang saat ini cukup sukses.

Namun sangat disayangkan, kedatangan kunjungan dari derah lain mengeluhkan akses jalan menuju Desa Kertayasa sampai saat ini masih rusak parah, sehingga saat pengunjung ingin melihat kantor desa pun terpaksa harus menbggunakan kendaran bak terbuka.

Seperti diungkapkan Kepala Desa Kertayasa, Abdul Rohman kepada p-news, menurutnya,  infrastruktur jalan menuju desanya sepanjang 3 kilometer masih rusak parah dan sedikit agak sulit dilalui kendaraan roda empat, apalagi mobil sekelas sedan.

"Kami berharap kepada Pemkab Pangandaran untuk bisa mempercepat perbaikan jalan kabupaten menuju arah kantor desa, pasalnya, banyak tamu yang melakukan kunjungan dari kabupaten lain terkendala dengan akses jalan yang rusak saat ingin melihat dan bersilaturahmi ke kantor desa kami", ungkapnya.(18/12)

Dikatakankan Abdul Rohman, terkadang pihknya malu bila ada tamu berkunjung ke BUMdes Gua Bau yang berada di lokasi parkir obyek Wisata Green Canyon, lalu mereka melanjutkan kunjungannya ke kantor desa. Namun karena jalan rusak, terpaksa diangkut menggunakan kendaraan terbuka.

“Seperti waktu ada kunjungan dari Pemkab Wonosobo, Jawa Tengah dan Pemkab Sukabumi, Jawa Barat, mereka kami angkut dengan mobil bak. "terangnya.

Masih kata Abdul Rohman, begitu juga saat ada kunjungan bupati dari Pemkab Kebumen, Jawa Tengah, pihaknya merasa kebingungan karenakan kondisi jalan menuju kantor desa rusak.

“Kami pun selalu koordinasi dengan pihak Dinsos PMD, jika memang ada hal-hal di luar kemampuan kami. "imbuhnya.

Abdul Rohman berharap Pemkab Pangandaran bisa secepatnya merealisasikan perbaikan jalan menuju desanya untuk menunjang kunjungan yang akan melakukan study banding tentang  BUMDes Gua Bau.

"Jalan tersebut merupakan jalan kabupaten, mudah-mudahan tahun 2018 nanti bisa terealisasi. "pungkasnya.  (AGE)

WARGA LIMUSGEDE KINI BISA NIKMATI INFRASTRUKTUR JALAN

CIMERAK- Warga Desa Limusgede Kecamatan Cimerak Kabupaten Pangandaran kini bisa menikmati mulusnya jalan walaupun baru sebagian saja. Namun warga optimis di tahun berikutnya akan ada perbaikan lagi, pasalnya status jalan Pareang - Cikondang -Banjarwaru hingga Pasirlasih kini sudah berstatus menjadi jalan kabupaten.

Seperti diungkapkan salah seorang warga desa Limusgede. Tori (47), menurutnya, masyarakat yakin hingga tahun 2020 nanti akses jalan kabupaten yang menghubungkan Desa Limusgede dengan Desa Kertaharja akan bisa terealisasi menjadi jalan cor beton atau hotmix.

"Kami yakin akses jalan ini pada tahun 2020 nanti dipastikan sudah perbaikan jalan tersebut bisa terealisasi." ungkapnya. (26/9)

Hal senada dikataka Kepala Desa Limusgede, Koswara Nugraha, menurutnya, ia begitu bangga saat melihat jalan beton yang baru selesai di bangun oleh kontraktor asli putra daerah, PT.Jangkar Mas Priangan dengan hasil yang cukup memuaskan.

"Padahal kalau saya ingat 3 tahun yang lalu jalan ini kondisinya hancur, tapi Alhamdulillah saat ini sudah bagus, ini juga karena hasil pekerjaan dari kontraktor asli daerah PT.Jangkar Mas Priangan patut diacungi jempol", terangnya. 26/09

Atas nama warga desa, Koswara pun mengucapkan terimakasih kepada H. Jeje Wiradinata dan H.Adang Hadari, karena dengan program kerjanya bisa memprioritaskan peningkatan infrastruktur jalan disemua wilayah hingga ke pelosok-pelosok pedesaan.

"Kami sangat berterimakasih kepada bapak Bupati dan wakil Bupati Kabupaten Pangandaran, karena kebjakan beliau selama ini betul-betul pro rakyat. “pungkas nya. (AGE)

PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR DI DESA BATUMALANG, LIBATKAN WARGA

CIMERAK – Warga Dusun Gadog Desa Batumalang Kecamatan Cimerak Kabupaten Pangandaran sangat respon serta semangat dalam bergotong-royong membangun desanya lewat swadaya masyarakat.  Seluruh warga nampak sangat antusias saat ada perbaikan sarana infrastruktur jalan dalam pembuatan jalan cor beton sepanjang 215 meter dari anggaraan banprov tahun 2017 sebesar Rp150 juta yang tentu manfaatnya akan bisa dirasakan langsung karena akan berdampak pada laju perekonomian desa.

Kepala Desa Batumalang, Jaja, merasa bangga melihat warganya begitu bersemangat terjun langsung untuk membantu pekerjaan desa dalam mewujudkan infrastruktur  jalan yang bagus.

"Saya sangat mengapresiasi semangat yang diberikan seluruh warga desa, baik dengan budaya gotong royongnya atau keikhlasannya untuk turut membantu pelaksanaan pembangunan.", ungkap Jaja.(26/09)

Dikatakan Jaja, hampir 70% pembangunan infrastruktur jalan di desanya kini sudah dilaksanakan, baik dari program Alokasi Dana Desa (Add), Dana Desa (ADD), banprov dan P3IP.

“Mudah-mudahan di tahun 2018 nanti warga sudah bisa menikmati bagusnya semua jalan yang ada di Desa Batumalang.", imbunya Jaja.

Jaja juga meyampaikan terima kasih kepada seluruh warga masyarakat yang sudah bahu membahu dan berkontribusi langsung dalam membangun desa.

"Atas nama pemrintahan Desa Batumalangm saya sangat berterima kasih atas partisipasi masyarakat dalam membangun desa dengan turut serta diantaranya dengan ikut dalam  pelaksanaan pembangunan infrastruktur jalan", tandasnya. (AGE)

DD KARANGPAWITAN GENJOT PERBAIKAN INFRASTRUKTUR

PADAHERANG-Kucuran Dana Desa (DD) dari pemerintah pusat  ke seluruh desa membawa perubahan nyata dan signifikan. Seperti di Desa Karangpawitan Kecamatan Kabupaten Pangandaran yang terus menggenjot pembangunan infrastruktur jalan di desanya, salah satunya perbaikan jalan di Rt 31 Rrw 09 blok Dino Dusun Harjaresik.

Jalan sepanjang 300 meter, lebar 2 meter dan tinggi 12 cm tersebut dibangun dengan cor beton karena memang jalan tersebut sudah belasan tahun tak tersentuh perbaikan. Dan warga pun menyambut gembira karena jalan di lingkungannya tidak akan lagi becek saat musim hujan tiba.

Seperti diungkapkan salah seorang warga, Diran, menurutnya, ia dan warga lainya sangat antusias ikut terlibat langsung dalam pembangunannya, karena jalan itu memang sudah lama kondisinya rusak.

“Atas nama warga, saya sangat berterimakasih karena jalan yang selama ini kami gunakan mendapat perbaikan. “ungkapnya.(24/9)

Ditemui di lokasi, Kepala Desa Karangpawistan, Adis menyampaikan, pihaknya akan terus mengoptimalkan pemanfaatan dana desa untuk kepentingan warganya.

“Dari seluruh panjang jalan desa dan jalan lingkungan, hingga tahun ini, Alhamdulillah sudah 75 % mendapat perbaikan dengan pengecoran. “terangnya.

Menurut Adis, untuk rencana tahun 2018, APBDesnya tetap akan difokuskan untuk perbaikan infrastruktur jalan yang masih rusak hingga nantinya tidak ada lagi keluhan warga tentang jalan yang ada di desanya keadaannya rusak.

Diakui Adis, pembangunan jalan menjadi kebutuhan utama masyarakat. Pasalnya, hampir sebagian masyarakat Desa Karangpawitan berprofesi sebagai petani dan pedagang tentunya sangat membutuhkan kondisi jalan yang bagus karena akan mempermudah aktivitas masyarakat khususnya untuk mengangkut hasil bumi, dan kalau infrastrukturnya sudah baik tentu perekonomiannya juga akan tumbuh pesat.

 “Selainnya jalan, pembuatan kirmir, PTP, Posyandu, madrasah, jembatan lingkungan dan perbaikan kantor desa juga akan mendapat forsi pembangunan yang sama. “jelasnya lagi.
 (Isis Koswara)




WARGA 3 DUSUN SERAHKAN PROPOSAL PEMEKARAN DESA KARANGPAWITAN

PADAHERANG-Untuk menindaklanjuti keinginan sebagian warga Desa Karangpawitan Kecamatan Padaherang Kabupaten Pangandaran, dengan disaksikan Kepala Desa, BPD Karangpawitan, Kepala Dusun dan sejumlah tokoh masyarakat, Ketua Pansus Pemekaran Desa Karangpawitan, Suratno Gautama menyerahkan proposal pengajuan yang diterima langsung Ketua Prakarsa Pemekaran, Teguh Sucipto, bertempat di gedung SDN 3 Karangpawitan.(5/8)

Menurut Teguh, ini sebagai langkah salah satu persaratan pemekaran desa yang telah diatur pada Undang-undang nomer 6 tahun 2014 tentang desa.

Dikatakan Teguh, ada 3 diantara 8 dusun, seperti Dusun Sindang Ratu, Sindang Kerta dan Dusun Harjaresik yang ingin memisahkna diri dengan membentuk desa pemekaran.

Salah salah satu indikasi keinginan untuk mekar, lanjutnya, karena Desa Karangpawitan merupakan desa paling “gemuk” diantara 14 desa lainnya yang ada di Kecamatan Padaherang.
Dan penyerahan proposal ini menjadi momentum warga, telah dimulainya proses adiministrasi untuk pemekaran desa.

“Kami telah sepakat, nantinya desa baru hasil pemekaran ini akan dinamakan Desa Sindang Harja. “jelasnya.

Untuk langkah selanjutnya, kata Teguh, pihaknya akan terus mengawal  proses pemekaran ini hingga apa yang menjadi aspirasi warga 3 dusun bisa terwujud untuk mempunyai desa baru dan tentunya dengan harapan baru.

“Dan ini murni keinginan masyarakat yang ada di 3 dusun tanpa ada unsur politis atau apa pun yang melatarbelakanginya. “tegas Teguh.

Salah seorang warga, Wawan Diran menyampaikan, jika melihat luas wilayah dan jumlah penduduk, menurutnya, Desa Karangpawitan sudah layak untuk dimekarkan.

"Berdasarkan aturan dan persyaratannya pun sudah memenuhi, sekarang tinggal bagaimana Pemkab Pangandaran buisa mengakomodir aspirasi masyarakat disini. "ungkapnya. (Isis Koswara)

LIMUSGEDE, DESA PENGHASIL GULA KELAPA, KOSWARA : “INI BISA MENINGKATKAN PADes”

CIMERAK - Desa Limusgede Kecamatan Cimerak Kabupaten Pangandaran dikenal sebagai daerah penghasil gula kelapa, hal ini karena mayoritas warga memiliki profesi sebagai penyadap aren kelapa. Selain itu, di Limusgede jumlah lahan pohon kelapa sangat luas. Salah satunya  yang dulu pernah dimiliki PT.PIRBUN NUSANTARA VIII.

Cara pembuatan gula kelapa para pengrajin ini terbilang masih tradisional dan terkesan individualistis, karena tiap-tiap penyadap tidak terhubung antar satu dengan lain (tidak adanya serikat pekerja), sehingga berapa omzet gula yang dihasilkan di Desa Limusgede pun tidak bisa dipantau dan tidak ada data yang pasti. Dan ini sangat rawan, karena terkadang dimanfaatkan segelintir orang dalam menentukan harga pasar. 
    
Hal tersebut dibenarkan Kepala desa Limus Gede, Koswara Nugraha, sehingga tidak jarang ia pun melakukan sosialisasi pada para penyadap agar bisa membuat wadah serikat pekerja agar peredaran uang dari industri ini dapat diperbaiki.

"Saya terus berupaya agar gula kelapa yang diproduksi masyarakat Desa Limusgede dapat menembus pasar nasional, dengan demikian mutu dan kualitasnya pun harus bisa ditingkatkan dan untuk itu pengrajin harus mempunyai wadah serikat pekerja jangan individualis seperti sekarang", ungkapnya.

Koswara juga menambahkan, pengolahan gula kelapa di desanya memang masih terkesan tradional, karena usaha menyadap aren kelapa merupakan usaha turun temurun. Tapi, menurut Koswara, tidak menutup kemungkinan kedepannya bisa diperbaiki baik dari segi produksi mau pun menejmennya.

Koswara pun berharap, ke depannya Pemkab Pangandaran bisa memberikan pelatihan-pelatihan kepada warga penyadap. Diharapkan pula campur tangan pemerintah untuk memberikan penyuluhan-penyuluhan atau sekedar membuat wadah sebagai tempat para penyadap.

 "Ini semua demi meningkatkan salah satu PADes kami", pungkasnya. (AGE)

CIBOGO RAIH JUARA III LOMBA DESA/KELURAHAN TINGKAT PROPINSI TAHUN 2017

PADAHERANG-Desa cibogo kecamatan Padaherang Kabupaten Pangandaran berhasil meraih juara 3  pada lomba desa/kelurahan tingkat Provinsi Jawa Barat tahun 2017 setelah melalui penilaian Tim Recheking Evaluasi Perkembangan Desa Provinsi Jawa Barat yang diketuai Drs. M A Afriandi, MT, Sekertaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) pemvrop dengan 6 orang anggotanya datang berkunjung ke Desa Cibogo, senin lalu.(19/7)

Afriandi mengungkapkan, Desa Cibogo  merupakan salah satu dari 5.312 desa di jabar yang berhasil masuk 4 besar karena telah memenuhi seluruh kriteria pada lomba desa/kelurahan tingkat propinsi Jawa Barat tahun 2017. Dari 18 kabupaten dan 19 kota, ada 8 5.312 desa di Jawa Barat yang diikut sertakan dalam lomba ini.

“Melalui hasil penelitian dan rapat pleno tim penilai, hanya 4 kabupaten yang Lolos yakni, Kabupaten Bandung, Bekasi, Indramayu dan Kabupaten Pangandaran. “terang Afriandi. (19/7)

Bertempat di aula Desa Cibogo, lebih jauh Afriandi mengatakan, dalam melakukan evaluasi dan klarifikasi, tim penilai melaksanakan penilaian lomba desa/kelurahan tahun 2017 dilakukan berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, tahapan yang dilakukan tahun lalu hanya menilai adminitrasi dan kinerja dari tingkat desa saja.

“Sedang untuk tahun ini penilaian dilakukan mulai dari adminitrasi dan kinerja menyeluruh, dari Pemerintahan Kabupaten, kecamatan baru hingga ke Tingkat Desa. “imbuh Afriandi.

Indikator penilaiannya pun menurut Afriandi, agak berbeda, mulai dari tahapan administrasi dan kinerja Pemkab, kecamatan lalu ke desa. Jika di tingkat Kabupaten tidak bisa menunjukan dokumen administrasi yang jelas sesuai dengan kondisi di lapangan, maka akan mempengaruhi penilaian. 

Masih di tempat yang sama, camat Padaherang, Endang Hidayat, SH memberikan apresiasi pada seluruh pemerintahan dan masarakat Desa Cibogo yang sudah berhasil meraih prestasi dalam lomba desa/keluaran di tingkat provinsi.

Menurut Endang, prestasi ini ini bisa mendorong percepatan pembangunan dengan tetap menjaga nilai-nilai kekeluargaan serta gotongroyong antara perangkat desa dan warganmya.

Endang pun berharap, dengan predikat juara III tingkat provinsi ini, Desa Cibogo bisa terus berprestasi serta membawa baik Kabupaten Pangandaran ke jengjang lebih tinggi.

Alhamdulilah, hari jum'at tanggal 7 juli 2017 lalu saya menerima kabar, Desa Cibogo Kecamatan Padaherang berdasarkan hasil pleno dan ekpose yang dilakukan tim verifikasi administrasi, pada tanggal 3 juli menetapkan juara 1 Desa Pasir Sari Kecamatan Cikarang Kabupaten Bekasi, juara 2 Desa Biru Kecamatan Majalaya Kabupaten Bandung dan juara ke 3 diraih Desa Cibogo Kecamatan Padaherang Kabupaten Pangandaran. “jelas Endang.

Dikatakan Endang, acuan dari lomba desa ini, Permendagri nomer 81 tahun 2015 tentang pemberdayaan pemerintahan desa. Ada pun beberapa indikator penilaiannya, lanjut Endang, pemberdayaan masarakat, infrastruktur dan pemerintahan.

Dalam pemberdayaan masarakatnya, lanjut Endang, warga Desa Cibogo sangat produktif dengan aneka olahan makanan seperti sale pisang yang sudah menjadi industri rumahan. Ada juga tempat budi daya ikan gabus, tepatnya di Rawa Lalay yang bisa dijadikan bahan makanan olahan dendeng dan abon berbahan baku ikan gabus.

Sementara Kepala Desa Cibogo, Karsim, kepada PNews menyampaikan terimakasihnya kepada seluruh warga desa, Kecamatan Padaherang dan Pemkab Pangandaran atas dukungannya hingga desanya bisa meraih juara 3 di tingkat provinsi, ini tentunya akan menjadi kebanggaan seluruh masarakat Desa Cibogo.

“Walau hanya juara 3 kami tetap bangga karena melalui ajang lomba ini Desa Cibogo sudah bisa ikut mengharumkan nama Kabupaten Pangandaran. “ungkapnya.

Karsim menambahkan, berkat dukungan dari semua stake holder, Kecamatan Padaherang, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pangandaran, yang sudah mendukung keberhasilan Desa Cibogo hingga capaian yang diraih sekarang.

“Saya sangat berterimakasih kepada Camat Padaherang yang selalu memberikan semangat, seluruh perangkat desa yang tidak mengenal lelah, BPD, PPK, para tokoh dan masyarakat serta keterlibatan kaum perempuan dalam pemberdayaan dan kesejahtraan keluarga.”imbuh Karsim lagi.

Karsim pun berharap, prestasi ini dapat memberikan motivasi serta meningkatkan kerukunan, gotongroyong masyarakat melalui partisipasi kerja sama dan kemandirian masyarakat dalam pembangunan desa, meningkatkan kesejahteraan masyarakat di bidang sosial budaya, kesehatan dan ekonomi.

Sementara seperti diketahui, untuk hasil lengkap lomba kelurahan, juara 1 Kelurahan Katulampa Kecamatan Bogor Timur, Bogor, juara 2 Kelurahan Purwaharja Kecamatan Purwaharja Kota Banjar dan  juara 3 diraih Kelurahan Karang Mekar Kecamatan Cimahi Tengah, Cimahi.   (Isis Koswara)

KADES MEKARWANGI BANTAH ADA PEMBANGUNAN FIKTIF DI DESANYA

LANGKAPLANCAR - Kepala Desa Mekarwangi Kecamatan Langkaplancar Kabupaten Pangandaran, Icang, membantah telah melakukan penggunaan program Dana Desa (DD) tahun 2016 lalu sebesar Rp 650 juta seperti yang dikatakan salah seorang warga desanya, Subur (51)  yang dimuat di pangandarannews.com beberapa hari lalu.

Menurut Icang, ia bekerja dan melaksanakan pembangunan inprastruktur yang bersumber dari anggaran DD sudah sesuai dengan aturan yang ada, dari mulai perencanaan hingga pelaksanaan nya.

"Itu tidak benar, bila ada tuduhan kepada Pemerintahan Desa Mekarwangi bahwa kami sudah melakukan penyelewengan anggaran Dana Desa apalagi pengerjaan yang bersifat piktif, sekali lagi itu tidak benar", ungkapnya kepada PNews di ruang kerjanya.(04/07)

Dikatakan Icang, semua pembangunan baik infrastruktur ataupun bangunan lainnya dalam pelaksanaannya, sebelumnya selalu melalui musyawarah dulu di desa. Dan setelah ada kesepakatan dari semua unsur pemerintahan, diantaranya Kepala Dusun, RT, RW juga para tokoh masyarakat, baru dibuat perencanaan bersama TPK dimana saja pembangunan tersebut  akan dilaksanakan.

“Dan semua pembangunan di desa kami sudah sesuai dengan program APBdes Mekarwangi.", tegasnya.

Di tempat yang sama, Kasi ekbang Desa Mekarwangi, Dede Haeruman membenarkan apa yang dikatapkan kadesnya. Menurutnya, anggaran DD tahun 2016 bisa diserap sesuai rencana yang sudah sebelumnya di rapatkan dengan semua unsur pimpinan dan perangkat desa.

"Dari total Dana Desa sebesar Rp 650 juta, Rp 75 juta untuk pembuatan gedung posyandu di Dusun Pasir Ragas, Rp 420 juta untuk pembangunan infrastruktur jalan rabat beton dijalan  Pasir Benda Nagrog dan ditambah 20% untuk  pemberdayaan masyarakat desa.", jelasnya.

Ditambahkan Dede, tidak mungkin ia sebagai perangkat desa mau menyengsarakan rakyatnya. Bahkan, lanjut Dede, ia ingin masyarakat turut membantu jalannya pembangunan di Desa Mekarwangi.

“Jadi jangan malah berprasangka buruk yang belum tentu kebenarannya", tandasnya. (AGE)